|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Edupedia » Mengembangkan Program Kerja KKG/MGMP

Mengembangkan Program Kerja KKG/MGMP

Kamis, 29 November 2012 13:05:14  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 1163
Mengembangkan Program Kerja KKG/MGMP

Program kerja KKG/MGMP (Kelompok Kerja Guru/Musyawarah Guru Mata Pelajaran) memuat seluruh aspek kebutuhan guru atau permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Penyusunan program kerja KKG/MGMP hendaknya disusun oleh kepala sekolah dan pengawas bersama dengan pengurus KKG/MGMP; menjabarkan visi dan misi dalam program, diarahkan oleh kebijakan operasional yang sudah disusun termasuk tentang jenis kegiatan yang sesuai, serta memperhatikan hasil dari analisis SWOT dan kebutuhan guru.
KKG/MGMP sebagai suatu forum atau wadah profesional guru (kelas/mata pelajaran) yang berada pada suatu wilayah kabupaten/ kota/ kecamatan/sanggar/gugus sekolah yang prinsip kerjanya adalah cerminan kegiatan dari, oleh, dan untuk guru dari semua sekolah. Awalnya, MGMP merupakan suatu organisasi profesi guru yang bersifat non struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah Menengah (SLTP atau SLTA) di suatu wilayah sebagai wahana untuk saling bertukaran pengalaman guna meningkatkan kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran.
KKG/MGMP adalah suatu organisasi non struktural yang bersifat mandiri, berasaskan kekeluargaan, dan tidak mempunyai hubungan hierarkis dengan lembaga lain. Peran dan potensi KKG/MGMP perlu direvitalisasi sehingga dapat digunakan sebagai wadah untuk menyelesaikan program peningkatan mutu guru dengan mengunakan para guru sendiri sebagai sumber belajar secara kolegial. Ada beberapa model kegiatan untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang dapat dilakukan oleh para guru secara kolaborasi. Salah satunya adalah melalui kegiatan Lesson study (LS).
Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidikan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegilitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Dengan demikian Lesson study bukan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson study dapat menerapkan berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.
Keberhasilan sesi ini tergantung dari saksian langsung contoh Open Class, salah satu kegiatan dari program Lesson study. Ini bisa melalui tayangan atau — kalau memungkinkan, lebih baik lagi —studi banding ke sekolah dimana ada guru/kepala sekolah yang pernah ikut Lesson study.
Keberhasilan penyusunan program KKG/MGMP tergantung dari nara sumber (lebih dari satu orang, kalau mungkin) yang seharusnya guru senior dari gugus/rayon MGMP yang berpengalaman dalam penyusunan program KKG/MGMP. Narasumber perlu membawa beberapa contoh program KKG/MGMP yang sudah dilaksanakan di lapangan.

Langkah-langkah pengembangan program KKG/MGMP
Pengembangan program KKG/MGMP disusun untuk mendukung pelaksanaan tupoksi KKG/MGMP. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap tugas dan fungsi KKG/MGMP secara cermat yaitu : (a) Menganalisis kebutuhan KKG/MGMP berdasarkan tupoksi: (b) Menganalisis kebijakan nasional yang berkaitan dengan tupoksi; (c) Menganalisis kesenjangan situasi sekarang dan yang diinginkan dengan menggunakan satu atau beberapa pendekatan dan metode yang efektif.
Situasi sekarang: Harus ditentukan kuantitas dan kualitas (kompetensi) guru dan pegawai yang sekarang dan masa depan termasuk analisis tujuan, iklim, serta kendala internal dan eksternal KKG/MGMP;
Situasi yang diinginkan: Harus diidentifikasi kondisi yang diinginkan untuk keberhasilan KKG/MGMP berorientasi pada standar kompetensi guru dan standar–standar lainnya sesiau peraturan yang berlaku (PP no 19/2005).
Perbedaan kesenjangan antara sekarang dan yang diperlukan akan menunjukkan kebutuhan KKG/MGMP dengan skala prioritas. Tahapan proses perencanaan yaitu apa, mengapa, bagaimana, bilamana, siapa, penilaian dan kemungkinan perubahan rencana.

Penyusunan program KKG/MGMP meliputi:
a. mengidentifikasi topik-topik yang dibahas dalam KKG/MGMP: (contoh: penyusunan kurikulum, modeling, pembuatan soal dan ide inovatif seperti PTK, Kajian Kritis Bahan Ajar, open kelas dari program Lesson study)
b. menentukan waktu pelaksanaan (kapan dan berapa lama).
c. menyusun program KKG/MGMP untuk 16 kali pertemuan.

Untuk mengetahui apakah kegiatan KKG/MGMP berhasil, perlu dilakukan kegiatan analisis kemajuan pelaksanaan KKG/MGMP tersebut. Dalam menganalisis kemajuan KKG/MGMP perlu disusun indikator dan format yang akan digunakan untuk mengetahui tingkat kemajuan KKG/MGMP dari waktu ke waktu maupun pada suatu kurun waktu tertentu. Dengan demikian diharapkan melalui kegiatan analisis kemajuan ini dapat memberikan umpan balik terhadap pelaksanaan kegiatan KKG/MGMP agar terus dapat meningkat dengan mengacu pada hasil analisis dan rekomendasi/saran perbaikan.
Mereka diminta untuk mempertimbangkan pertanyaan seperti ini:
I. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja KKG/MGMP?
II. Data-data apa saja yang dibutuhkan dalam analisis kegiatan KKG/MGMP?
III. Analisis indikator apa saja yang menunjukkan keberhasilan program KKG/MGMP?

Untuk menyukseskan kegiatan KKG/MGMP hendaknya pengawas sekolah setempat aktif melakukan monitoring. Pengawas hendaknya hadir setidaknya satu kali sebulan dalam pertemuan mingguan. Hal tersebut dimaksudkan agar pengawas bisa melihat langsung kegiatan nyata apa yang sedang dilaksanakan pada KKG/MGMP dan ia dapat memberikan bantuan dan saran-saran yang bermanfaat bagi para guru.
Pengawas dapat mengunjungi semua sekolah di wilayah binaannya (rayon/subrayon) secara teratur untuk mengetahui keadaan dan kebutuhan setiap sekolah dan guru. Oleh karena itu, pengawas berperan sebagai pembantu dalam penyusunan dan pelaksanaan program gugus dan memberi semangat kepada guru untuk ikut serta dalam kegiatan gugus serta menerapkan hasil kegiatan gugus di kelasnya masing-masing.

Tugas pengawas antara lain adalah:
• Memonitor kegiatan masing-masing sekolah dan kelas.
• Membantu para guru inti dalam perencanaan dan persiapan kegiatan KKG/MGMP sesuai kebutuhan guru.
• Menghadiri dan ikut serta dalam kegiatan KKG/MGMP dan MKKS.
• Memonitor pelaksanaan tindak lanjut dan dampak hasil KKG/MGMP dan penataran di sekolah.
• Membantu guru dalam masalah kegiatan belajar mengajar.
• Memberikan umpan balik kepada guru dan kepala sekolah tentang hasil supervisi.

Dalam menyusun laporan kegiatan dan evaluasi kinerja KKG/MGMP sering menemui kendala dan hambatan antara lain adalah kurang cukupnya data/ informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan, evaluasi, tindak lanjut, dan rekomendasi. Berkaitan dengan hal itu seharusnya pada setiap kegiatan KKG/MGMP didokumentasikan baik secara tertulis, rekaman video, maupun penggunaan teknologi lain yang relevan untuk pendokumentasian. Kelengkapan dokumentasi sangat membantu evaluator dalam mengidentifikasi berbagai kendala/hambatan yang ditemui pada pelaksanaan kegiatan KKG/MGMP.

Contoh Evaluasi Manajemen Gugus SD
Program Gugus dibuktikan dengan tersedianya: (a) Program/jadwal KKG selama 1 th s.d pelaksanaan penilaian gugus; (b) Program/jadwal KKKS selama 1 th s.d pelaksanaan penilaian gugus; (c) Progam KKG menekankan kepada pengembangan kompetensi/profesional guru dalam mengelola pembelajaran; (d) Program KKKS menekankan kepada pembinaan profesi dan mengelola sekolah; (e) Program bersumber dari analisa kebutuhan warga gugus; (f) Rapat Pertemuan Guru 1 tahun terakhir

Pelaksanaan Program Gugus ditunjukkan oleh:
Daftar hadir peserta KKG selama 16 – 32 pertemuan.
Agenda/notula kegiatan dengan daftar hadir ditandatangani oleh guru pemandu.
Bukti fisik perangkat pembelajaran hasil KKG berupa selabus,LKS, intrumen penilaian.
Bukti fisik berupa model-model media pembelajaran dalam bentuk dua / tiga dimensi.
Kegiatan nyata pelaksanan KKG. sumber: kemdikbud (diolah)

Baca "Edupedia" Lainnya

Komentar Anda