|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Wacana » Penanganan Siswa Terlambat Masuk Kelas dengan Reinforcement Positif

Penanganan Siswa Terlambat Masuk Kelas dengan Reinforcement Positif

Rabu, 10 April 2013 14:24:43  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 2631
Penanganan Siswa Terlambat Masuk Kelas dengan Reinforcement Positif

Keterlambatan siswa masuk kelas bisa menjadi persoalan bila tidak ditangani serius. Untuk menyelesaikan masalah keterlambatan siswa, dapat dengan menggunakan teori behavior yaitu reinforecement positif. Pada dasarnya teori pembelajaran ini berangkat dengan asumsi memberi penjelasan dan pengarahan agar siwa tidak datang terlambat.

Penyebab Siswa tidak disiplin dengan datang terlambat di dalam kelas biasanya terjadi karena, pertama, apakah anak terlambat bangun pagi karena ia suka tidur malam melewati jam tidurnya. Kedua, apakah ia lama ketika sarapan pagi atau mandi sebelum ke sekolah. Ketiga, Apa mungkin anak memiliki masalah di sekolah yang menjadikannya enggan masuk sekolah hingga harus dipaksa oleh orang tuanya sehingga ia sering terlambat tiba di sekolah.

Setelah mengetahui permasalah yang dihadapi siswa maka akan dengan mudah memberi pengarahan dan bimbingan serta memberikan penertian kalau datang terlambat itu merupakan akhlak yang kurang baik dan tingkat disiplinnya pun rendah. Hal ini bisa sering mengganggu konsentrasi siswa ketika sedang membaca doa bersama-sama maupun konsentresi siswa lain saat pemberian materi oleh guru. Metode ini bertujuan untuk merubah perilaku siswa yang kurang disiplin tersebut

Anak usia sekolah atau siswa mempunyai peran yang penting dalam pembangunan bangsa dan negara, karena mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat membangun dan menghasilkan karya-karya yang berguna bagi negara. Di tangan siswa inilah bagaimana perkembangan suatu negara ditentukan. Anak-anak yang terdidik, berdisiplin, dan berkualitas secara intelektual, mental dan spiritual akan mampu berkompeten dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kelangsungan dan martabat bangsa dapat terjamin.

            Kedisiplinan pada anak usia sekolah sangat penting diperhatikan, adanya peraturan-peraturan yang jelas dan terarah sangat mempengaruhi anak pada masa dewasanya nanti. Kedisiplinan pada anak harus dilakukan, salah satunya adalah kedisiplinan harus masuk akal dan adanya konsekuensi jika kedisiplinan dilanggar sesuai teori behavior yaitu reinforecement positif.

            Dalam hal kedisiplinan pada anak usia sekolah, orang tua atau guru harus bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakannya. Penerapan peraturan yang konsisten dan hukuman ringan jauh lebih bermanfaat bagi anak daripada peraturan yang tidak konsisten dan hukuman yang berat. Konsisten atau disebut disiplin merupakan cara orang tua atau guru untuk menunjukkan kepada anak bahwa orang tua sebenarnya memperhatikan perilakunya, maka orang tua tersebut akan lebih terdorong untuk bersikap sesuai dengan harapan. 

            Kenyataan yang bisa dilihat pada lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya, masih ditemukan tindakan yang tidak atau kurang disiplin para siswanya terutama dari ketepatan siswa masuk pada saat jam pertama pelajaran yaitu jam 07.00 WIB. Banyak siswa yang terlambat mengakibatkan kurang lancarnya proses kegiatan belajar mengajar pada saat jam pertama tersebut.

            Keterlambatan tersebut bukan berarti tanpa sebab, berbagai macam alasan diungkapkan para siswa yang sering terlambat, diantaranya adalah siswa berasal dari daerah pedesaan hutan jati yang jalannya tanah liat  atau naik sepeda menuju ke halaman sekolah.

            Faktor ekonomi yang lemah merupakan salah satu sebab yang membuat anak kurang begitu memperhatikan kedisiplinan dalam mengatur waktu terutama untuk masuk sekolah sesuai jam yang telah ditentukan. Sebagai contoh adalah adanya siswa yang karena terlalu lelah membantu orang tua bekerja mencari nafkah di malam hari, sehingga ia bangunnya kesiangan dan terlambat untuk mengikuti pelajaran jam pertama.

            Apapun alasan para siswa yang datang terlambat, menunjukkan tingkat kedisiplinan yang rendah. Hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja sehingga pada akhirnya akan menjadi budaya yang tidak baik pada lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk itu perlu adanya tindakan kelas agar kedisiplinan anak untuk mengikuti pelajaran terutama pada jam pelajaran pertama di sekolah dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan bisa di atasi dengan mengunakan aplikasi dari teori behavior yaitu reinforecement positif yaitu dengan memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa yang sering terlambat.

          Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan suatu aturan yang tegas yang disertai dengan sanksi yang dapat membuat siswa menjadi disiplin yang nantinya akan berguna bagi ketertiban sekolah dan bagi diri siswa sendiri.

          Adapun kebijakan yang diambil adalah dengan mengadakan suatu tindakan disiplin untuk memperbaiki sistem atau aturan pada saat jam pelajaran dimulai. Kebijakan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan semua pihak yang terkait yaitu siswa, guru pelajaran jam pertama, guru piket, wali kelas, guru BP/BK, dan kesiswaan.

Teori behavior yaitu reinforecement positif adalah teori untuk merubah tingkah laku anak yang kurang baik untuk menjadi lebih baik dan disiplin. Kebijakan yang diambil untuk suatu tindakan disiplin untuk memperbaiki sistem atau aturan pada saat jam pelajaran dimulai adalah siswa yang terlambat langsung di pertemukan dengan guru dan langsung dinasehati di tanya sebab keterlambatanya dan di perhatikan setiap hari, apabila siswa itu tidak terlambat siswa tersebut harus di beri pujian agar siswa tersebut semangat dan tidak datang terlambat lagi.

Dan dengan pengaplikasian Teori behavior yaitu reinforecement positif siswa akhirnya tidak datang terlambat lagi dan semangat untuk datang ke sekolah dan mengikuti pelajaran dengan seksama tanpa ada yang merasa terganggu dengan adanya siswa yang kurang disiplin dengan datang terlambat kesekolah.

Setelah diberikan treatment beberapa hari siswa, perilaku siswa bersangkutan mungkin cenderung mulai berubah. Indikasinya, dia mulai menyadari bahwa terlambat merupakan akhlak yang kurang baik dan tingkat disiplinnya pun rendah dan dapat menganggu siswa yang lain.

 

Baca "Wacana" Lainnya

Komentar Anda