|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Edupedia » Mendesain Penataan Kelas

Mendesain Penataan Kelas

Rabu, 22 Mei 2013 11:27:33  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 571
Mendesain Penataan Kelas

Dalam edisi sebelumnya, telah dibahas hakikat pembelajaran kelas rangkap (PKR) dengan rinci. Dalam Edupedia kali ini akan diulas mengenai pelaksanakan pembelajaran kelas rangkap di dua kelas atau lebih secara bersamaan. Salah satu unsur yang harus diperhatikan dalam PKR adalah penataan kelas.  Dalam PKR, penataan kelas memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran.
Dalam PKR penataan ruang kelas penting untuk dilakukan dengan terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas murid dan mobilitas belajar sangat tinggi. Dimana murid dalam PKR dituntut untuk belajar mandiri, mengerjakan tugas, mengambil dan mengembalikan bahan belajar, menyimpan alat, melakukan pengamatan baik secara individual maupun kelompok, semuanya dilakukan secara terarah dan tidak diawasi guru secara terus menerus.
Karena murid harus melakukan kegiatan sendiri dalam kelas, maka murid-murid tersebut harus akrab dengan ruang kelasnya. Mereka harus merasa seperti ada dalam rumahnya sendiri, proses belajar berjalan lancar karena murid telah mengenal ruang kelas dengan baik, dimana mereka mengambil,mengembalikan, menyimpan sesuatu yang berkaitan dengan bahan pembelajaran sudah dihafalnya.
Untuk mendukung kegiatan murid tersebut , maka ruangan kelas harus ditata dengan sangat baik, agar tercipta suatu lingkungan yang kondusif agar para murid dapat belajar dengan efektif. Bagaimana caranya agar kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam pembelajaran?
Pembaca KORAN PENDIDIKAN, marilah kita membayangkan keadaan ruang kelas yang tiap hari kita hadapi. Di samping ada meja guru, bangku dan tempat duduk murid, lemari atau rak buku, bagaimana keadaan kelas tersebut? Apa ada jendela, apa cahaya dan sirkulasi udara cukup, dan apa saja yang ada di sekitar kelas atau yang terpajang di dinding kelas. Penataan semua benda tersebut akan mempengaruhi terhadap murid yang belajar dan juga proses pembelajaran.
Pada umumnya model atau bentuk ruang kelas di SD sama, yaitu persegi. Sebaiknya guru mengidentikasikan dan mendaftar semua benda yang ada dan menempatkan di ruang kelas. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Daerah pajangan; Hasil karya murid sebaiknya dipajang di tempat yang telah ditentukan guru. Gunakan ruang kelas yang ada dengan sebaik-baiknya. Guru dapat menempelkan karya murid pada bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar.
Kemudahan bergerak; Kemudahan bergerak bagi guru dan murid juga perlu dipikirkan. Guru dan murid dapat leluasa bergerak dari kelompok yang satu ke kelompok yang lain, dari murid ke murid, dari dan ke tempat sumber belajar tanpa menimbulkan gangguan yang berarti.
Sinar atau cahaya; Pengaturan tempat duduk murid harus diperhatiakan, pandangan murid jangan menantang matahari. Sinar atau cahaya akan lebih baik datang dari samping murid-murid. Dan jika dikaitkan dengan saat belajar murid, yaitu saat menulis atau membaca kena bayangan maka sinar dari sebelah kiri sangat baik.
Panas dan ventilasi; Murid jangan duduk di tempat yang langsung kena sinar matahari. Ventilasi dalam ruang kelas cukup baik. Bila ada tempat yang kurang kena panas dan lembab, di sudut misalnya berilah perhatian khusus yaitu dengan menyuruh murid membersihkan atau jangan menaruh barang apapun di sudut itu.
Papan tulis; penggunaan dua papan tulis dalam PKR akan lebih baik; papan tulis yang bisa dipindah-pindah untuk kerja kelompok akan sangat berguna; papan tulis dipasang pada ketinggian yang dapat dijangkau murid; jangan letakkan papan tulis yang menutup jendela atau di tempat yang biasanya murid menjadi silau.
Bangku dan kursi; jangan menggunakan bangku dan kursi yang menjadi satu. Hal ini akan menyulitkan dalam mengatur bangku dan kursi saat kerja kelompok. Ukuran bangku dan kursi juga harus disesuaikan dengan ukuran besarnya murid.
Meja guru; diletakkan di tempat yang memungkinkan guru dapat memandang seluruh murid saat guru duduk. Tetapi guru yang efektif pasti tidak akan duduk sepanjang waktu dikursinya, karena ia harus bergerak untuk membantu kegiatan muridnya.
Sudut aktivitas; Pikirkan tempat sudut aktivitas, sehingga murid dapat bekerja atau belajar di sudut itu tanpa mengganggu murid lainnya. Bila perlu buatlah penyekat dari bahan yang sederhana, misalnya disekat dengan kayu, bambu, daun nipah/sagu.

Contoh sudut aktivitas.
Sudut membaca; Sudut ini harus tenang dan menyenangkan, bila mungkin lengkapilah dengan tikar, kursi, dan bantal sebagai alas duduk. Murid-murid datang ke tempat ini untuk mencari tempat yang tenang dan kemudian membaca.
Sudut IPA; Setiap kelas sebaiknya punya sudut IPA, karena murid SD mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kita harus bias menyalurkannya. Untuk mengisi sudut IPA ini guru dan murid secara bersama-sama pengumpulkan benda-benda yang menarik perhatian murid. Misalnya tanaman dalam pot-pot kecil, botol-botol berisi binatang reptil, ikan dalam bak kaca, biji-bijian dan sebagainya.
Sudut hasil karya murid; Jika memungkinkan sudut hasil karya murid berupa hasil seni dan kerajinan tangan di tempatkan di sudut tertentu. Sudut ini penting untuk mengembangkan nilai estetika dan daya cipta murid.
Warung; Sudut ini berupa warung-warungan yang isinya kaleng kosong, botol-botol,bekas-bekas bungkus sabun, odol, dan benda-benda lain. Sudut ini digunakan oleh murid untuk bermain peran sebagai penjual dan pembeli secara bergilir. Mereka juga menggunakan uang-uangan dari kertas.
Sudut rumah tangga; Sudut ini perlu untuk mengembangkan kemampuan sosial, kepribadian dan sikap yang positif. Murid-murid dapat bermain peran seolah-olah mereka berada di rumah atau di rumah sakit. Permainan seperti ini dapat dilakukan pada saat-saat tertentu saja, misalnya saat guru rapat.
Gudang; Lemari atau rak-rak dapat dimanfaatkan untuk keperluan ini. Murid-murid dengan mudah dapat memanfaatkan sesuai dengan keperluan Bimbinglah murid-murid secara berkala untuk membersihkan dalamnya dan mengatur barang-barang yang tersimpan dengan rapi.
Untuk menjadikan ruang kelas yang menarik dan membuat murid betah di kelas salah satunya adalah memasang pajangan. Pajangan dapat berbentuk gambar, grafik, hasil karya murid yang mengandung pesan kependidikan. Kelas yang tanpa pajangan tampak kosong dan menimbulkan suasana yang seram dan menyedihkan. Tetapi kelas yang penuh dengan pajangan dekorasi belum tentu mengandung kualitas pesan pendidikan.

Guru yang sukses adalah guru yang selalu berusaha untuk menjadikan lingkungan kelasnya menggairahkan dan membuat murid tenang di dalamnya. Saran-saran yang dapat Anda pertimbangkan untuk dilaksanakan antara lain adalah: (1) Manfaatkanlah tempat yang ada untuk pajangan; (2) Ciptakan lingkungan kelas yang menarik, semua murid merasa seolah-olah kelas itu miliknya; (3) Pekerjaan murid diamati sungguh-sungguh, sehingga ada kesan Anda menghargai upaya mereka; (4) Bila ada teman guru yang lebih ahli dalam menata pajangan, mintalah petunjuk; (5) Libatkan murid-murid dalam memilih benda-benda yang akan dipajang; (6) Diskusi kelas untuk menentukan mana benda yang lebih menarik untuk dipajang perlu dilakukan; (7) Jagalah keseimbangan karya yang dipajang antara yang dihasilkan murid yang pintar dan kurang pintar, murid kelas rendah dan kelas tinggi; (8) Murid akan merasa bangga bila melihat namanya tertera pada karya yang dipajangkan; (9) Hindarilah memajang karya murid dalam waktu yang terlalu lama. Lakukan perubahan dan pergantian secara teratur. (10) Gunakan bahan pajangan dari bahan lokal, sehingga dapat menghemat biaya.

Anda dapat menggunakan papan sebagai tempat untuk menempelkan pajangan baik yang dibuat oleh murid atau oleh guru. Papan pajangan tersebut hendaknya berfungsi sebagai alat pengajaran yaitu untuk : (1) memberi informasi; (2) memamerkan karya murid; (3) menampilkan soal atau teka-teki; (4) mendorong murid untuk bekerja sama.(*) sumber; Kemdikbud (diolah)

Baca "Edupedia" Lainnya

Komentar Anda