|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Edupedia » PPG di Lingkungan Kemenag

PPG di Lingkungan Kemenag

Senin, 24 Juni 2013 10:17:20  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 331
PPG di Lingkungan Kemenag

Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus. Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Dalam Jabatan yang selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang mengintegrasikan penyajian materi, workshop dan praktik lapangan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik.

Sasaran program pendidikan profesi guru di lingkungan Kementerian Agama adalah; (1) Guru kelas pada Madrasah Ibtidaiyah (MI); (2) Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Sekolah; (3) Guru mata pelajaran rumpun keagamaan di Madrasah (Fiqh/Usul Fiqh, Aqidah Akhlaq, Qur’an-Hadist, Sejarah Kebudayaan Islam) pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA); (4) Guru mata pelajaran Bahasa Arab pada Madrasah.

Program PPG dalam Jabatan yang diselenggarakan adalah: Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru MI, Pendidikan Akidah Akhlak, Pendidikan Al Qur’an Hadits, Pendidikan Fiqh/Usul Fiqh, dan Pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

 

Kualifikasi Peserta

Kualifikasi peserta program pendidikan profesi guru bagi guru dalam jabatan yang harus dipenuhi semua adalah sebagai berikut :

(1) Berstatus sebagai guru tetap madrasah;

(2) Lulusan S-1/D IV Kependidikan dan atau Non Kependidikan pada PTAI yang sudah mengajar di madrasah, dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Mata pelajaran yang diampu selama ini sesuai dengan kualifikasi pendidikannya seperti lulusan S1 PAI mengajar mata pelajaran PAI; (b) Mata pelajaran yang diampu masih dalam satu rumpun ilmu, seperti lulusan S-1 PAI mengampu mata pelajaran Akidah Akhlak, Qur’an-Hadits, Fiqh/Usul Fiqh, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) harus mengikuti pendalaman substansi bidang ilmu terkait/relevan; (c) Bagi lulusan S-1 Non Kependidikan Keagamaan mengampu bidang studi sesuai dengan disiplin ilmu menurut content-nya, seperti lulusan S-1 Prodi Ilmu Aqidah/Akhlak & Tasawuf mengajar Akidah Akhlak; lulusan Prodi Ilmu Al-Quran & Tafsir dan Ilmu Hadis mengajar Qur’an-Hadits; Lulusan Fakultas Syariah pada Prodi Akhwal As-Syahshiah dan Perbandingan Mazhab dan Hukum mengajar Fiqh/Usul Fiqh; dan lulusan Fakultas Adab dengan prodi Sejarah Kebudayaan Islam mengampu mata peajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) harus mengikuti pendalaman substansi pedagogik; (d) Bagi guru lulusan S-1/D-IV non Bahasa Arab yang mengajar bahasa Arab selama tujuh tahun terus menerus harus mengikuti matrikulasi/pemantapan materi; (e) Lulusan S-1 Pendidikan Bahasa Arab yang mengajar Bahasa Arab; (f) Lulusan S-1/D IV perguruan tinggi umum kependidikan yang telah mengajar pada madrasah seperti lulusan PGSD mengajar sebagai guru kelas di MI, harus menempuh pemantapan materi tematik keagamaan;

(3) Lulusan sebagaimana poin (1 dan 2) harus dibuktikan dengan ijazah yang telah dilegalisir; (4) Menyerahkan surat pengangkatan sebagai guru dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat seperti surat pengangkatan sebagai guru berstatus sebagai guru tetap yayasan status non pegawai negeri sipil serta terdaftar dalam sisa long list peserta sertifikasi guru di lingkungan Kementerian Agama RI. Apabila kuota tidak terpenuhi, LPTK diperbolehkan merekrut peserta di luar sisa long list dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi dan Kabupaten/Kota.

(5)  Tanda bukti surat pengangkatan sebagai guru sebagaimana pada poin (4) terhitung minimal genap 7 (Tujuh) tahun per 31 Desember 2012 atau telah diangkat sebagai guru sebelum 30 Desember 2005;

(6) Memiliki ijasah S1 yang sesuai dengan bidang tugas mengajar atau telah mengajar minimal tujuh tahun pada mata pelajaran yang diampu terkait dengan pilihan Program Studi dalam Program PPG dalam Jabatan

(7) Berusia maksimal 58 tahun pada tanggal 31 Desember 2012 dan diutamakan berusia 45 tahun;

(8) Beban kerja mengajar sebagai guru sebagaimana dimaksud paling sedikit memenuhi 24 (duapuluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empatpuluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu pada satu atau lebih satuan pendidikan (madrasah) yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama;

(9) Pemenuhan beban kerja sebagaimana dimaksud pada poin (6) dilaksanakan dengan ketentuan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 minggu pada satuan pendidikan tempat tugasnya sebagai guru tetap.

(10) Mendapat izin mengikuti program PPG yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Madrasah/Ketua Yayasan dengan mengetahui dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat;

(11) Memiliki surat pernyataan dari Kepala Madrasah/Yayasan tidak akan diberhentikan selama dan atau setelah mengikuti program PPG dari di atas kertas bermaterai Rp 6.000,-;

(12) Memiliki NUPTK (nomor unit pendidik dan tenaga kependidikan);

(13) Bebas napza (narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya) dibuktikan dengan surat keterangan bebas napza;

(14) Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan kelakuan baik;

(15) Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter;

(16) Guru yang memperoleh ijazah S1/D IV setelah tahun 2005 harus dapat menunjukkan ijazah diploma sesuai dengan peruntukannya, yaitu D I (guru RA), D II (Guru MI), D III/sarjana muda (guru MTs);

(17) Belum pernah ikut sertifikasi guru (lulus atau tidak lulus) baik melalui portofolio (PF), PLPG ataupun PPG

(18) Lulus seleksi yang diselenggarkan oleh LPTK penyelenggara PPG dalam Jabatan

(19) Mentaati segala prosedur dan peraturan pelaksanaan PPG bagi guru dalam jabatan.

 

Beban Belajar Program

Beban belajar program pendidikan profesi guru bagi guru dalam jabatan ditetapkan berdasarkan latar belakang pendidikan dan satuan pendidikan tempat penugasan sebagai berikut: (1) Beban belajar untuk guru pada satuan pendidikan MI bagi lulusan S-1 PGMI/PGSD adalah 18 sampai dengan 20 sks; (2) Beban belajar untuk guru pada satuan pendidikan MI bagi lulusan S-1/D IV Kependidikan Non PGMI/PGSD adalah 36 sampai dengan 40 sks; (3) Beban belajar untuk guru pada rumpun mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada madrasah (Akidah Akhlak, Fiqh/Ushul Fiqh, Al Qur’an Hadits dan Sejarah Kebudayaan Islam) pada satuan pendidikan MI/MTs/MA bagi lulusan S-1 PAI adalah 36 sampai dengan 40 sks; (4) Beban belajar untuk guru Bahasa Arab pada satuan pendidikan MI/MTs/MA bagi lulusan S-1 Pendidikan Bahasa Arab adalah 18 sampai dengan 20 sks;

5. Beban belajar untuk guru Bahasa Arab pada satuan pendidikan MI/MTs/MA bagi lulusan S-1 Non Pendidikan Bahasa Arab adalah 36 sampai dengan 40 sks;

 

Pendalaman Materi (Matrikulasi) Bidang Studi

Peserta yang berasal dari S-1/D IV Program Studi PAI harus menempuh pendalaman materi bidang studi yang diampu minimal 12 sks. Peserta yang berasal dari S-1/D IV Program Studi PAI atau Program Studi Lain pada Program PPG dalam Jabatan untuk guru kelas MI harus menempuh pendalaman materi bidang guru kelas minimal 15 sks. Peserta yang berasal dari S-1/D IV Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang sesuai denga mata pelajaran yang diampu, harus menempuh pendalaman materi bidang studi minimal sebanyak 6 sks.

 

Pendalaman Materi Kependidikan

Pelaksanaan pendalaman materi bidang kependidikan dilaksanakan secara terintegrasi dengan perkuliahan dan workshop Subject Specific Pedagogy (SSP) perangkat pembelajaran Kurikulum program pendidikan profesi guru bagi guru dalam jabatan adalah (1) Pendalaman Materi yaitu pemberian materi yang terkait dengan substansi bidang studi yang diampu; (2) Mata kuliah SSP adalah materi kependidikan yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi, strategi, metoda, media, dan evaluasi; (3) Program pengalaman lapangan (PPL) kependidik

Sistem pembelajaran pada program pendidikan profesi guru bagi guru dalam jabatan mencakup kegiatan: Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan.

Uji kompetensi adalah ujian akhir yang harus ditempuh oleh siswa program pendidikan guru bagi guru dalam jabatan yang terdiri dari :

1. Ujian tulis;

Ujian tulis dilaksanakan oleh program studi. Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan pedagogik. Rambu-rambu ujian tulis: (a) Meliputi seluruh materi dalam modul pelatihan; (b) Bentuk soal pilihan ganda dan uraian; (c) Alokasi waktu ujian 200 menit; (d) Rambu-rambu kualitas soal berkualitas tinggi;

2. Ujian kinerja;

Ujian kinerja dilaksanakan oleh LPTK dengan melibatkan organisasi profesi guru dan/atau pihak eksternal yang profesional dan relevan. Ujian kinerja untuk mengungkap kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.(*) sumber: kemenag (diolah)

 

Baca "Edupedia" Lainnya

Komentar Anda