|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Guru Menulis » Menyikapi dengan Benar Kurikulum 2013

Menyikapi dengan Benar Kurikulum 2013

Kamis, 22 Agustus 2013 11:29:53  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 261
Menyikapi dengan Benar Kurikulum 2013

Banyak tanggapan mengiringi pelaksanaan Kurikulum 2013. Meski begitu pemerintah tetap menjalankan kurikulum ini. Tidak tanggung- tanggung, dana yang dibutuhkan dalam kurikulum ini sekitar 600 M, 1,4 triliun, atau mungkin sampai 2,4 triliun, untuk mensukseskan kurikulum 2013. Tidak cukup di situ, bahkan sosialisasi dan pelatihan pun dilakukan untuk memperlancar hal tersebut.

Tahap awal sosialisasi dan pelatihan tentang kurikulum 2013 ini dimulai dari pelatihan guru inti. Dilanjutkan dengan pelatihan kepada guru sekolah dasar dan menengah yang ditunjuk. Pelatihan dan sosialisasi ini dilakukan serentak di Indonesia. Sosialisasi awal ini diikuti oleh Kepala sekolah, dan guru mata pelajaran yang terdiri dari sekolah yang ditunjuk atau diamanahi untuk menjalankan kurikulum 2013 ini.

Mengapa kurikulum 2013 ini harus tetap dilaksanakan, meskipun banyak rintangan ataupun hambatan? Karena kurikulum ini memang unik, beda, dan penuh dengan penanaman sikap, pengetahuan, nilai, dan karakter peserta didik dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Bedanya yaitu: Semua silabus, rencana pembelajaran (RPP), buku pegangan guru, dan buku pegangan siswa disediakan oleh pemerintah dengan harga yang terjangkau. 

Hal itu dilakukan bertujuan untuk mempermudah guru dalam mengajar, mendidik, dan mengembangkan pendidikan. Jika dulu kita sibuk dengan membuat perangkat pembelajaran, seperti silabus, rencana pengajaran, sekarang kita tinggal mengajar dan mengembangkan pendidikan untuk mencapai tujuan bersama yang akan kita capai berdasarkan garis besar yang sudah dituangkan di dalam kurikulum 2013 tersebut.

Kelebihan lain kurikulum 2013 berikutnya yaitu: Standart Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD) didasarkan pada kebutuhan siswa, bukan pada mata pelajaran. Keunikan lain kurikulum ini menitik beratkan kepada sikap, pengetahuan, keterampilan, karakter  yang berdasarkan pada pendekatan ilmiah. Di samping itu  kurikulum 2013 ini menitik beratkan kepada korelasi antara pembelajaran dengan apa yang diberikan Allah Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia selaku pengelola alam sekitar. Khususnya mengacu pada pembelajaran yang diawali dengan mengamati, menanya, menalar, dan mencoba atau mencipta.

Berdasarkan uraian di atas, memang benar -benar kompleks kurikulum 2013 ini, karena disusun berdasarkan kebutuhan siswa. Perlu diketahui dan digaris bawahi bahwa kebutuhan siswa atau anak didik tidak hanya sekarang, besuk, satu minggu, satu bulan, satu tahun lagi. Melainkan  lima tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun, tiga puluh, bahkan lima puluh tahun ke depan. Yang jelas kurikulum ini disusun untuk kebutuhan pendidikan siswa jangka panjang. Memang pandidikan tidak bisa dirasakan secara langsung  seperti makan makanan atau membalik telapak tangan yang mudah dan langsung dirasakan, tetapi dirasakan di masa depan. Hal ini mengacu kepada ajaran islam sahabat Ali bin Abi Tholib  menyampaikan bahwa, “Ajari dan didiklahlah anakmu  di masa akan datang”. 

Karena kita tidak tahu masa akan datang seperti apa, maka kita sebagai pendidik harus mempersiapkan anak didik secara optimal, mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, untuk menghadapi masa akan datang yang beda dengan apa yang kita alami sekarang. Bekal yang tepat dan sesuai dengan masa yang akan datang adalah teguhnya iman kepada Allah SWT, sikap, pengetahuan, kemampuan, dan karakter yang baik. Beberapa hal itulah yang sudah dituangkan dalam kurikulum 2013 ini. 

Maka tidak salah dan tidak boleh ragu, alias harus terus maju, pantang mundur untuk melaksanakan kurikulum  2013 ini. Kita semua sebagai pendidik harus yakin setiap perubahan pasti ada nilai positifnya. Contoh nilai positif itu: Kita oleh  Allah SWT sudah diberikan hal yang luar biasa, jika tidak berbuat apa-apa secara optimal, maka kita tidak  akan dapat apa yang luar biasa tersebut, yaitu hasil dari kurikulum  2013 ini.

Sekarang pertanyaanya, bagaimana kita sebagai guru atau pendidik mensikapi kurikulum  2013 tersebut? Jangan justru bersikap pesimis atau negatif, tetapi sebaiknya kita harus “sami’na waato’na” alias mendengar dan menurut atau menjalankanya dengan baik dan maksimal. Dengan sikap tersebut maka kita semua nanti akan dapat yang terbaik yang menjadi impian semua masyarakat Indonesia. Selain itu sikap, pengetahuan, keterampilan, dan karakter  bangsa kita juga akan jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kurikulum  2013 semoga beradab, berkarakter, dan bisa menjadi yang terbaik.(*)

Baca "Guru Menulis" Lainnya

Komentar Anda